Sinergi Baru di Surakarta: Ketika Olahraga Bertemu Seni di Pameran Corner Block Vol. 3
30 August 2026, 23:24:268 hours ago

news-image
SURAKARTA, 30 Agustus 2026 — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta menunjukkan langkah inovatif dengan hadir secara langsung dalam pameran seni "Waringin". Acara apresiasi karya ini diinisiasi oleh komunitas Corner Block Vol. 3 dan mengambil lokasi di Omah Lesung, kawasan Jebres, Surakarta. Kehadiran institusi olahraga dalam ruang pameran seni ini menandai dimulainya sebuah kolaborasi lintas sektor yang unik untuk saling mendukung kemajuan di Kota Bengawan.

Wakil Bendahara Umum KONI Kota Surakarta, Harry Suswanto, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa pembangunan prestasi olahraga tidak bisa dilakukan sendirian. Menurutnya, KONI Kota Surakarta saat ini sangat membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk bisa bergotong royong membangun prestasi.

Dalam pandangan KONI, seni mampu menjadi jembatan yang memberikan warna baru dalam dunia olahraga di Surakarta, terutama melalui pendekatan ide kreatif dan visual yang berbeda dari biasanya. Penggabungan antara seni dan olahraga merupakan kolaborasi yang sangat mungkin dilakukan, dengan harapan pendekatan seni dapat membuat olahraga menjadi tidak membosankan. Lebih jauh, inovasi visual ini diyakini akan berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi atlet ke arah yang lebih baik di masa depan.

Menanggapi kolaborasi tak terduga ini, May Winda selaku salah satu founder komunitas Corner Block menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak KONI. Ia menyebutkan bahwa ini merupakan pengalaman pertama bagi komunitasnya, di mana latar belakang seni bisa berkolaborasi langsung dengan dunia olahraga. Ke depannya, Corner Block telah merancang proyeksi strategis bersama KONI untuk menghadirkan kejutan-kejutan kreatif yang dirancang khusus guna memberikan dukungan moral dan visual kepada para atlet. Komunitas ini juga berkomitmen untuk mendukung kegiatan-kegiatan KONI agar tampil lebih ceria dan penuh warna, dengan harapan besar agar komunitas seni dan institusi olahraga dapat terus bertumbuh serta berkembang secara berdampingan.

May Winda juga mengungkapkan bahwa kolaborasi semacam ini adalah bagian dari upaya menghidupkan ekosistem seni. Corner Block sendiri merupakan komunitas yang baru lahir di Solo pada bulan Februari tahun ini. Ia menyoroti sebuah realitas di Surakarta: meskipun kota ini memiliki kampus seni dan banyak meluluskan mahasiswa di bidang tersebut, ruang bagi mereka untuk berkembang, belajar, dan mempertahankan eksistensi masih belum memadai.

Oleh karena itu, menggandeng berbagai instansi—termasuk instansi olahraga seperti KONI yang membutuhkan sentuhan nuansa seni—menjadi langkah krusial. Harapannya, ekosistem seni dan olahraga di Solo tidak hanya bertahan, tetapi saling menyokong untuk menciptakan prestasi dan karya yang membanggakan.

Sebagai puncak sekaligus penutup kemeriahan acara tersebut, momen keakraban ditandai dengan penyerahan apresiasi kepada pihak KONI Kota Surakarta. KONI menerima sebuah karya seni fotografi berupa potret keris hasil bidikan seniman fotografi bernama Ilham. Karya yang diberi judul "Mlungker-Mlungker Kang Bisa Ngiris" tersebut tidak hanya menjadi buah tangan, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi kreatif dan ketajaman semangat yang diharapkan mampu mengiringi perjuangan para pahlawan olahraga Kota Surakarta di masa mendatang.

Berita Lainnya Lihat Selengkapnya